MAKASSAR WAHDAHEDU.COM — Atlet muda Cheng Hoo Archery School, Nafeesa Azra Salsabila, menorehkan prestasi gemilang di ajang Lomba Panahan Tradisional Forkot Makassar 2026 yang berlangsung di halaman Masjid Agung 45 Makassar. Menyisihkan lebih dari 100 peserta di kategori Under 13 (U13), siswi SD Al-Qur’an Wahdah Islamiyah 02 Makassar ini sukses menyapu bersih tiga gelar: Juara 1 Individu, Juara 1 Beregu bersama Idham dan Adeva, serta predikat Top Scorer U13.
Keseimbangan Latihan Fisik dan Spiritual
Keberhasilan Nafeesa tidak terlepas dari persiapan matang yang melampaui sekadar teknik memanah. Selain mengasah ketepatan bidikan, ia menaruh perhatian besar pada kesiapan mental dan spiritual.
“Persiapannya sebelum lomba itu Nafeesa jaga salat, murajaah hafalan, terus latihan fokus pernapasan. Sama Coach disuruh banyak latihan teknik rilis biar bidikannya konsisten. Malam sebelum lomba, Nafeesa juga tidur cepat biar tidak mengantuk pas lomba,” ungkap Nafeesa.
Intensitas latihan Nafeesa meningkat drastis menjelang kompetisi. Di bawah bimbingan Coach Nurhalisah di Cheng Hoo Archery School, ia menghabiskan waktu dua jam setiap hari sepulang sekolah, dan durasi bertambah hingga tiga jam saat akhir pekan. Latihan berulang ini melatih ketenangan serta penguasaan teknik di bawah tekanan laga kompetitif.
Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Pelatih
Pencapaian Nafeesa lahir dari ekosistem pendukung yang solid. Nafeesa menyebut peran keluarga, pelatih, dan sekolah menjadi fondasi utama kelancaran aktivitasnya memadukan prestasi olahraga dengan pendidikan formal.
“Yang paling banyak membantu pertama orang tua yang selalu antar jemput dan mendoakan. Coach Nurhalisah yang sabar mengajarkan, ustazah di sekolah yang selalu kasih semangat dan izin latihan, serta teman beregu, Idham dan Adeva,” tutur Nafeesa.
Dukungan dari pihak sekolah memberi ruang bagi Nafeesa untuk mengembangkan potensi minat dan bakat tanpa melupakan tanggung jawab akademik.
Pesan untuk Pemanah Cilik dan Target FORNAS
Bagi rekan-rekan seusianya yang ingin terjun ke cabang olahraga panahan tradisional, Nafeesa menitipkan pesan agar tidak takut menghadapi kegagalan di awal percobaan.
“Jangan takut coba, Kak! Kuncinya harus berani, fokus, dan jangan lupa berdoa dulu sebelum memanah. Kalau meleset jangan sedih, coba lagi. Latihan yang rajin dan harus jaga adab. Insya Allah bisa juara juga,” pesannya.
Usai mengukir tinta emas di tingkat kota, Nafeesa kini mengarahkan bidikan sasarannya ke panggung nasional. Tiga gelar dari Forkot Makassar 2026 dijadikannya pijakan untuk melaju ke Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS).
“Setelah ini Nafeesa mau lebih rajin latihannya. Targetnya semoga bisa ikut FORNAS mewakili Sulawesi Selatan, bikin orang tua, sekolah Wahdah 02, dan klub bangga,” tutupnya.
Sumber : bacaonline






