Lima Cara Berinteraksi dengan Al-Qur’an agar Menjadi “Pedagang” yang Beruntung di Sisi Allah

Oleh : Dr Samsul Basri

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah… mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi.” (QS. Fathir: 29)

Ukuran kedekatan seorang hamba dengan Allah salah satunya terlihat dari hubungannya dengan Al-Qur’an. Orang yang rutin berinteraksi dengan Al-Qur’an digambarkan sebagai orang yang sedang “berdagang” dengan Allah, yaitu perdagangan yang tidak akan pernah rugi.

Mengutip penjelasan Imam As-Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya, makna tilawah bukan sekadar membaca Al-Qur’an, tetapi berinteraksi dengannya melalui lima cara.

1. Membaca Al-Qur’an setiap hari

Langkah pertama adalah membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari. Walaupun hanya beberapa ayat, konsistensi lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak tetapi tidak berkelanjutan.

2. Memahami makna Al-Qur’an

Membaca saja belum cukup. Kita juga perlu mengetahui arti, makna, dan kandungan ayat-ayat yang dibaca. Kini hal itu semakin mudah dengan adanya mushaf terjemahan maupun aplikasi Al-Qur’an yang dilengkapi tafsir dan terjemahan.

3. Mengamalkan isi Al-Qur’an

Tujuan utama Al-Qur’an adalah menjadi petunjuk hidup. Karena itu, setiap ayat hendaknya diwujudkan dalam amal nyata. Misalnya, ketika Al-Qur’an menggambarkan kebiasaan calon penghuni surga yang mengurangi tidurnya di malam hari dan beristighfar pada waktu sahur, maka kita berusaha membiasakan qiyamul lail, berdoa, dan beristighfar sebelum Subuh.

4. Menghafalkan Al-Qur’an

Menghafal Al-Qur’an bukan hanya untuk anak-anak atau mereka yang masih muda. Siapa pun dapat memulainya. Jika mampu menghafal satu ayat setiap hari secara istiqamah, maka dalam beberapa tahun seseorang dapat memiliki hafalan yang banyak. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan konsistensi dalam menjaganya.

5. Mengajarkan Al-Qur’an

Ilmu yang paling baik adalah ilmu yang diajarkan kepada orang lain. Mengajarkan bacaan, hafalan, maupun kandungan Al-Qur’an kepada keluarga, anak-anak, atau masyarakat termasuk bentuk interaksi terbaik dengan Kitabullah dan menjadi amal yang terus mengalir pahalanya.

Kesimpulan

Semoga lima bentuk interaksi ini menjadi program harian kita: membaca, memahami, mengamalkan, menghafalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an. Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an, semakin dekat pula ia dengan petunjuk Allah. Inilah perdagangan yang dijanjikan tidak akan pernah merugi, baik di dunia maupun di akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *