Oleh : Dr Drs. Muchtar Arifin Saleh, (Dekan FAI Unissula Semarang hingga 2025) Hasil ujian TKA yang dirilis belakangan ini kembali mengusik kesadaran kita tentang mutu pendidikan nasional, khususnya
Mari kita sambut tahun 2026 dengan niat yang lebih lurus dan tekad yang lebih kuat. Perkuat ukhuwah di antara sesama pejuang dakwah, tingkatkan bakti kepada orang tua, dan jadilah teladan
Ketika mutu dijaga, akreditasi akan mengikuti. Dan ketika akreditasi baik, dakwah pendidikan Wahdah Islamiyah akan semakin kuat, dipercaya, dan memberi dampak luas bagi umat dan bangsa.
Di tengah tuntutan profesionalisme dan akuntabilitas publik, kolaborasi LPYP Wahdah Islamiyah dan Unissula melalui Program RPL menunjukkan bahwa gerakan dakwah dapat bertransformasi secara modern tanpa kehilangan jati diri.
Nursalam Siradjuddin : Program RPL menjadi solusi strategis bagi para guru dan dai yang selama ini menghadapi keterbatasan waktu maupun jarak untuk menempuh pendidikan formal.
Alhamdulillah, seluruh proses pengadaan lahan berjalan lancar. Fokus kami saat ini adalah penyelesaian administrasi dan perizinan agar pembangunan fisik bisa segera dimulai,” ujar Nursalam yang Juga ketua YPWI Pusat
Kerja sama tersebut berkaitan penyelenggaraan Program RPL pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Magister Pendidikan Agama Islam,
Dalam data capaian nasional, rerata nilai bahasa Inggris wajib hanya 24,93 dari 3.509.688 siswa. Kemudian, rerata nilai matematika wajib 36,10 dari 3.489.148 siswa, dan rerata bahasa Indonesia 55,38 dari 3.477.893
Bincang pagi bersama H. Hermansyah bukan sekadar obrolan ringan, tetapi menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati adalah proses membangun manusia seutuhnya mandiri, jujur, rendah hati, dan mau terus belajar.
Walau anak-anaknya memiliki latar pendidikan kuat bahasa Arab, bahasa Inggris, hafalan, dan ilmu agama mereka belum siap mengambil alih tanggung jawab besar tersebut.
Meski dilaksanakan secara sederhana suasana kebersamaan antara pihak sekolah, santriwati, dan para orang tua yang hadir terasa hangat, mencerminkan sinergi dalam membina generasi Qurani yang berakhlak mulia.
Ayah yang mampu menunjukkan keseimbangan antara kerja, keluarga, dan kehidupan digital memberikan pelajaran yang jauh lebih bermakna daripada nasihat verbal.













